Kamis, 18 Januari 2018

STATUTA





STATUTA
FORUM KADER KONSERVASI
TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG

PEMBUKAAN

a.       Bahwa indonesia yang dianugerahi Tuhan Yang Maha Esa kekayaan alam yang berlimpah baik di darat, perairan maupun udara merupakan modal pembangunan nasional  yang pemamfaatannya harus diarahkan pada terciptanya peningkatan kemakmuran rakyat indonesia pada khususnya dan mutu kehidupan manusia pada umumnya dengan merasakan keselarasan, keserasian dan keseimbangan.
b.      Bahwa generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa dan negara yang pada dasarnya mencintai tugan yang  maha esa dan mengingat kader konservasi bagian yanh tidak terpisahkan dari pembangunan generasi muda pada umumnya maka perlu dibentuk suatu forum yang berdasarkan :
1.      Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
2.      UU no 41 tahun 1999 tentang kehutanan
3.      Undang-undang nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup
4.      Rumusan hasil pertemuan tingkat nasional LSM, kelompok pecinta alam dengan departemen kehutanan tanggal 4 s/d 6 februari 1992 di Lampung tentang perlu dibentuknya forum komunikasi antar kader konservasi seluruh indonesia.
5.      Rumusan hasil temu karya kader konservasi dan kelompok pecinta alam di tingkat nasional di Batu, Malang Jawa Timur tanggal 9 s/d 11 november 1992 tentang perlunya suatu wadah bagi kader konservasi yang membantu kader konservasi dalam hal komunikasi.
6.      Rumusan hasil temu karya kader konservasi dan kelompok pecinta alam tingkat nasional 17 s/d 19 desember 1993 di Jambi tentang pembentukan forum komunikasi kader konservasi indonesia yang dapat mewadahi aktivitas dan kreaktifitas dengan berpedoman pelaksanaan sebagai berikut.

A.    PENGERTIAN UMUM

1.      Forum adalah pertemuan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mempunyai tujuan sama.
2.      Kader konservasi adalah seorang tahu sekelompok orang yang telah di didik atau di tetapkan sebagai penerus upaya konservasi sumber daya alam yang memiliki kesadaran dan ilmu pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam serta sukarela, bersedia dan mampu menyampaikan pesan tersebut pada masyarakat.

B.     KEORGANISASIAN

1.      Nama.
Nama wadah ini dalah forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  disingkat  FK2TNBABUL
2.      Tempat kedudukan.
            Tempat kedudukan forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  berada di wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yaitu di Maros dan Pangkep
3.      Asas.
Asas forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  adalah pancasila.
4.      Prinsip Forum
Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  menganut prinsip persaudaraan dan persamaan tujuan dalam konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup.
5.      Tujuan forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  
Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  bertujuan sebagai berikut :
a.       Menjalin persaudaraan dan kesatuan antar kader konservasi sumber daya alam di Kabupaten Maros dan Pangkep
b.      Menjadi mitra kerja pemerintah dan lembaga terkait dalam konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup
c.       Menumbuh kembangkan wawasan dan pengetahuan kader konservasi Kabupaten Maros dan Pangkep
d.      Menghimpun dan melahirkan pemikiran serta karya nyata dalam hal konservasi sumber daya alam menuju terciptanya pengelolaan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang lestari,selaras,serasi dan seimbang.
e.       Menciptakan jaringan informasi dan komunikasi tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di kalangan kader konservasi.
6.      Sifat Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  
Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  bersifat independent.
7.      Bentuk Forum
Bentuk Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  adalah organisasi yan mempunyai jaringan koordinasi dan komunikasi antar kader konservasi secara lokal
8.      Kepengurusan Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  
a.       Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  dikoordinir oleh seorang Ketua  yang dibantu oleh seorang sekertaris,bendahara , seksi-seksi dan Kordinator Wilayah Maros dan Pangkep.
b.      Masa kepengurusan Forum kader konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  selama 3 tahun sampai Musyawarah  berikutnya, dan ketua  dapat dipilih maksimal 1 periode.
c.       Pengurus hasil pemilihan MUBES  disahkan oleh musyawarah besar
9.      Stuktur organisasi


 
















                                                      



 












10.  Lambang












Arti Lambang :
1.      Lingkaran : persaudaraan, komunikasi dan silaturahmi sesama kader konservasi
2.      Daun  : pelestarian alam
3.      Kupu – kupu : salah satu jenis fauna yang dilindungi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
4.      Warna Orange : warna tanah tempat kader konservasi berpijak
5.      Warna Hitam : netral dan independent
6.      Tulisan Forum Kader Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah wadah kader konservasi
7.      Tulisan FK2TNBABUL adalah singkatan Forum


C.    KEANGOTAAN

1.      Anggota Forum  adalah kader konservasi alam yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan serta penetapan.
2.      Keanggotaan kader konservasi dianggap berakhir bila :
a.       Meninggal dunia
b.      Diberhentikan oleh pengurus apabila disepakati oleh dua pertiga (2/3) pengurus yang menghadiri Rapat Pengurus.
c.       Berhenti atas kehendak sendiri.


D.    SIMPATISAN

Simpatisan  adalah seorang atau sekelompok orang dari pihak lain yang memperhatikan bidang konservasi sumber daya alam.




E.     MUSYAWARAH DAN RAPAT

1.      Musyawarah dan rapat-rapat
a.       Musyawarah istimewa.
b.      Musyawarah Besar
c.       Rapat kerja
d.      Rapat pengurus
2.      Fungsi dan tugas
a.       Musyawarah istimewa
Musyawarah istimewa merupakan perangkat organisasi tertinggi sebagai langkah penyelamatan organisasi apabila organisasi dalam keadaan mendesak.
b.      Musyawarah Besar  
Musyawarah Besar  merupakan perangkat organisasi tertinggi yang bertugas untuk:
1.      Membuat dan mengubah serta menetapkan statuta.
2.      Merumuskan garis-garis besar haluan kerja
3.      Mengevaluasi laporan pertanggung jawaban pengurus
4.      Memilih dan menetapkan Pengurus  Forum periode berikutnya
5.      Menetapkan hal-hal lain yang dianggap perlu.
c.       Rapat kerja
Rapat kerja merupakan perangkat organisasi yang bertugas untuk:
1.      Menjabarkan garis-garis besar haluan program
2.      Menentukan arah kebijakan dan langkah-langkah demi kelancaran roda organisasi.
3.      RAKER  diadakan 1 kali dalam masa jabatan kepengurusan (3 tahun)
d.      Rapat pengurus
Rapat pengurus merupakan perangkat organisasi di tingkat pengurus yang bertugas untuk :
1.      Membahas pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan
2.      Melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan
e.       Pelaksanaan.
1.      Musyawarah istimewa dilaksanakan organisasi dalam keadaan istimewa, apabila diusulkan oleh minimal dua pertiga (2/3)  anggota kader FK2TNBABUL
2.      Musyawarah Besar dilaksanakan 3 tahun sekali oleh pengurus
3.      RAKER  dilaksanakan pengurus dan dihadiri oleh pengurus dan anggota
4.      Rapat pengurus  dilaksanakan oleh pengurus bersama anggota
f.       Quorum dan keputusan.
1.      Quorum musyawarah dan rapat dinyatakan syah apabila dihadiri dua pertiga (2/3) peserta musyawarah dan rapat-rapat tersebut.
2.      Keputusan diambil dengan musyawarah untuk mufakat
3.      Bila point dua (2) tidak tercapai maka keputusan diambil dengan suara terbanyak.

F.     Pendanaan kegiatan Forum bersumber dari :

1.       Sumbangan anggota bersifat sukarela
2.      Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
3.       Kementerian kehutanan
4.       Instansi atau lembaga terkait yang tidak mengikat
5.       Usaha-usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan tujuan dan asas Forum.

G.    PENUTUP

Hal-hal lain yang belum di atur dalam rumusan statuta Forum Kader Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung  akan diatur di kemudian hari.

                                                            = = = = = = = = = =





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sejarah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Sejarah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. -          Juli – Oktober 1857, Wallace melakukan eksplorasi di Bantimurung. Tahun 18...